Perbandingan Efektivitas Etanol dan Bio Etanol Dari Kulit Pisang Dalam Menghilangkan Noda Tinta

Perbandingan Efektivitas Etanol dan Bio Etanol Dari Kulit Pisang Dalam Menghilangkan Noda Tinta

12/04/2025


Bioetanol adalah bahan bakar alternatif yang berasal dari fermentasi bahan organik. Kulit pisang mengandung karbohidrat (seperti pati dan gula) yang bisa difermentasi oleh mikroorganisme (seperti Saccharomyces cerevisiae) menjadi etanol.


Etanol komersial 96% adalah etanol dengan kemurnian tinggi (96% etanol dan 4% air) yang diperoleh melalui distilasi azeotrop. Etanol ini digunakan luas di laboratorium, industri farmasi, kosmetik, dan sebagai pelarut. Kualitasnya jauh lebih murni dan stabil dibandingkan bioetanol dari limbah organik seperti kulit pisang.


Pembuatan bioetanol dibuat menggunakan kulit pisang kepok yang dihaluskan bersama ragi tape. Melalui tahap proses fermentasi dan destilasi, dihasilkan cairan yang bernama Bioetanol.


Etanol mampu menghilangkan noda tinta di baju dengan baik, tetapi apakah Bioetanol dari kulit pisang mampu menghilangkan noda tinta?


Proses Pembuatan Bioetanol Kulit Pisang

Alat :

  • Blender
  • Alat Destilasi
  • Pisau
  • Gelas
  • Saringan
  • Talenan
  • Pengaduk
  • Wadah Penyimpanan
  • Kompor

Bahan :

  • Kulit Pisang
  • Ragi
  • Es Batu
  • Air

Langkah - langkah :

  • Kumpulkan kulit pisang dan bersihkan, potong kecil-kecil
  • Haluskan ragi
  • Masukan kedalam blender, kemudian tambahkan air secukupnya, blender hingga halus
  • Tuangkan kulit pisang ke wadah penyimpanan dan diamkan selama 4-6 hari untuk proses fermentasi
  • Saring cairan yang sudah difermentasi, ambil airnya saja, ampasnya dapat dijadikan pupuk
  • Masukkan cairan ke alat destilasi dan rebus
  • Pastikan dapatkan cairan dari hasil destilasi

Pengujian Bioetanol dan Etanol Murni pada Noda Tinta :

  • Buat noda tinta pada kain putih dengan ukuran dan volume yang sama (sekitar 5ml, lakukan ke 2 kain putih)
  • Takar bioetanol dan etanol murni dengan volume yang sama pada masing-masing noda (sekitar 10ml)
  • Biarkan bioetanol dan etanol murni bekerja pada noda selama waktu tertentu (gunakan timer).
  • Setelah waktu (timer) tertentu selesai (sekitar 1 jam), bilas kain dengan air bersih untuk menghilangkan sisa etanol dan tinta.
  • Keringkan kain secara alami (jemur) atau menggunakan alat pengering.
  • Amati perubahan noda pada kain, termasuk perubahan warna dan sisa noda yang tertinggal.
  • Lalu bandingkan hasil antara bioetanol dan etanol murni.

Hasil Percobaan Efektivitas Etanol dan Bioetanol :

Sebelum :
Sesudah :

Kesimpulan :

Penelitian ini menyimpulkan bahwa bioetanol dari kulit pisang belum efektif untuk digunakan sebagai bahan pembersih noda tinta dalam kondisi eksperimental yang dilakukan. Untuk dapat bersaing dengan efektivitas etanol komersial, bioetanol perlu melalui tahap pemurnian lanjutan guna meningkatkan kadar etanol dan menghilangkan senyawa pengotor.

Tanpa perbaikan tersebut, penggunaan bioetanol hanya terbatas untuk aplikasi pembersihan ringan dan tidak disarankan untuk kebutuhan pembersihan noda berat, cepat, dan menyeluruh, seperti yang dibutuhkan di lingkungan industri, laboratorium, atau rumah sakit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas Maya

STORYBOARD

PEMBUATAN PROGRAM APLIKASI BERBASIS USER INTERFACE